Header Ads

Pelabuhan di Jakarta yang Dijadikan Objek Wisata dan Situs Sejarah

Daftar isi: [Tampil]

Jakarta, merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal dengan berbagai situs sejarah dan objek wisatanya. Sebuah tempat yang sangat terkenal dan tak hilang dari ingatan kita hingga saat ini, adalah sebuah pelabuhan di Jakarta, yakni Sunda Kelapa.

Sunda Kelapa, merupakan pelabuhan yang menjadi objek wisata sekaligus situs sejarah. Terletak di kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sunda Kelapa selalu ramai dengan pengunjung.

Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Mayoritas pengunjung yang datang ke pelabuhan ini adalah mereka yang tertarik dengan peninggalan sejarah dan perjalanan masa lalu.

Sunda Kelapa, Pelabuhan di Jakarta sebagai Objek Wisata dan Situs Sejarah

Pelabuhan memang mempunyai fungsi yang sangat penting. Terutama untuk menggerakan roda perekonomian sebuah negara.

foto udara pelabuhan sunda kelapa jakarta
foto udara pelabuhan sunda kelapa jakarta

Bukan hanya itu saja, pelabuhan juga berperan penting dalam mewujudkan wawasan nusantara serta kedaulatan negara. Tak heran, jika pelabuhan menjadi salah satu kunci utama kesuksesan kegiatan perekonomian.

Pesan sponsor: Mengatasi MNC Play yang Bermasalah

Jakarta sendiri, telah mempunyai cukup banyak pelabuhan. Kurang lebih terdapat 22 pelabuhan. Sebanyak 12 pelabuhan berada di Jakarta Utara yang salah satunya adalah Sunda Kelapa, dan sisanya berada di Kepulauan Seribu.

Pelabuhan Sunda Kelapa Sebagai Objek Wisata

Sunda Kelapa, menjadi kawasan wisata yang banyak diminati karena daya tariknya. Sekitar kawasan tersebut juga terdapat beberapa museum lain yang bisa wisatawan kunjungi.

Seperti halnya, Museum Bahari, Museum Wayang, dan Museum Sejarah Jakarta. Tak jarang, pelabuhan di Jakarta ini juga menjadi tempat favorit bagi para calon pengantin untuk melakukan pengambilan gambar sebelum pernikahan mereka.

Pelabuhan yang ada di Jakarta ini, telah mewarisi keunikan yang menjadi ciri khasnya. Setiap wisatawan yang datang, mendapatkan suguhan pemandangan indah dari kapal-kapal kayu yang tengah bersandar.

Sunda Kelapa, menjadi pelabuhan satu-satunya yang menerapkan sistem tumpang sirih. Selain itu, para wisatawan juga dapat melihat aktivitas utama di pelabuhan ini yang terkenal dengan bongkar muat barang.

Kegiatan bongkar muat barang tersebut tidak sepenuhnya menggunakan mesin maupun angkutan seperti pelabuhan lainnya. Namun, sebagian besar masih memanfaatkan tenaga manusia.

Hal ini menjadi daya pikat bagi wisatawan yang pernah mengunjungi pelabuhan Sunda Kelapa. Kapal-kapal kayu yang bersandar menggunakan Prinsip Lambo.

Prinsip Lambo ini memiliki ciri khas yakni kapal pinisi yang memiliki bagian sama, baik depan maupun belakangnya. Rancangan lambo ini digunakan, agar dapat menempatkan mesin motor sebagai penggerak kapalnya.

Pelabuhan Sunda Kelapa Sebagai Situs Bersejarah

Sebelum berubah nama menjadi "Sunda Kelapa", pelabuhan di Jakarta ini masyarakat kenal sebagai Pelabuhan Kalapa sejak abad ke 12. Pada saat itu, pelabuhan ini menjadi pelabuhan yang sangat penting bagi Pajajaran. Tak hanya itu, seorang penulis asal Portugis bernama Tome Pires juga menganggap Sunda Kelapa sebagai Pelabuhan yang sangat penting.

Kalapa, menjadi perebutan antara kerajaan-kerajaan Nusantara dengan Eropa. Konflik ini terjadi ketika masa Islam dan para penjajah Eropa masuk ke Indonesia.

Belanda akhirnya dapat menguasai pelabuhan ini hingga waktu yang sangat lama lebih dari 300 tahun. Kemudian, mereka mengganti nama Pelabuhan Kalapa beserta daerah sekitarnya.

Di awal tahun 1970 an, Kalapa sebagai nama kuno kembali digunakan untuk nama resmi pelabuhan ini. Hingga saat ini, kita mengenalnya dengan sebutan pelabuhan Sunda Kelapa.

Sebagai salah satu pelabuhan di Jakarta, sejak zaman kerajaan Tarumanegara, Sunda Kelapa sudah digunakan sebagai pusat komoditas perdagangan. Seperti halnya, kopi, sutra, kuda, anggur hingga porselin. Komoditas perdagangan ini kemudian ditukar dengan rempah-rempah.

No comments

Powered by Blogger.